Musik tanjidor diduga berasal dari bangsa Portugis yang datang ke jakarta pada abad XIV sampai XVI. Kamus Ensiklopedia Indonesia yang diterbitkan Ichtiar Baru-Van Hoeve tahun 1984 menyebutkan tanjidor berasal dari bahasa Portugis yaitu tangedor, yang berarti kelompok musik berdawai. Kelompok musik ini biasanya memainkan musiknya pada pawai militer atau upacara keagamaan. Konon salah seorang Gubernur Jenderal Belanda, Valckenier, menggabungkan rombongan 15 orang pemain alat musik tiup Belanda dengan pemain gamelan, pesuling Cina, dan penabuh tambur Turki untuk memeriahkan pesta.
Ahli musik dari Belanda bernama Ernst Heinz berpendapat, tanjidor asalnya dari para budak yang ditugaskan main musik untuk tuannya. Sejarawan Belanda bernama Dr. F. De Haan juga berpendapat, orkes tanjidor berasal dari orkes budak pada masa kompeni. Pada abad XVIII kota Batavia dikelilingi benteng tinggi pertahanan colonial belanda. Para pejabat tinggi kompeni membangun villa di luar kota Batavia. Villa-villa itu terletak di Cililitan Besar, Pondok Gede, Tanjung Timur, Ciseeng, dan Cimanggis.
Di villa-villa inilah mereka memanfaatkan para budak yang mempunyai keahlian. Tidak hanya mengurus rumah, budak yang berbakat musik diserahi tugas menghibur tamu situan tanah. "Sulit buat tuan tanah untuk mendatangkan para pemusik dari Eropa karena terlalu mahal," menurut petinggi kompeni.
Dalam buku Ikhtisar Kesenian Betawi, terbitan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, disebutkan sudah tumbuh sejak abad ke 19. Kegiatan bermusik ini begitu santer dan terus berkembang dipinggiran kota Jakarta. Dalam sejarah perkembangannya, konon jenis musik ini berasal dari orkes yang semula dibina dalam lingkungan tuan-tuan tanah. Alat musik yang mereka mainkan antara lain : piston, trombon, tenor, bass trompet, bas drum, tambur, simbal, dan lain-lain. Para budak pemain musik bertugas menghibur tuannya saat pesta dan jamuan makan.
Melestarikan dan mengembangkan kesenian tanjidor sebagai warisan budaya Betawi yang bernilai historis, edukatif, dan hiburan, serta menjadikannya tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
. Melestarikan budaya Betawi melalui pewarisan kesenian tanjidor kepada generasi muda.
. Meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kesenian tradisional sebagai identitas budaya lokal.
. Mengembangkan kreativitas musik tanjidor tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisionalnya.
. Menjadikan tanjidor sebagai sarana edukasi budaya di lingkungan sekolah dan masyarakat.
. Mendorong peran tanjidor dalam kegiatan sosial dan budaya, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Penghargaan kepada pelaku seni Tanjidor atas dedikasi melestarikan musik tradisional Betawi....
Selengkapnya🎉 Festival budaya Jepang-Indonesia berskala besar yang akan menampilkan parade Ondel-ondel & Tanj...
Selengkapnya🎭 1. Pagelaran Kesenian Betawi Tradisional Dalam festival seperti Gebyar Seni Budaya atau Fest...
SelengkapnyaWorkshop Alat Musik Tradisional. Pelajari cara memainkan terompet dan tambur Tanjidor langsung dari...
Selengkapnya
Klarinet ditiup melalui mouthpiece dengan posisi tubuh tegak. Tangan kiri memegang bagian atas, tang...
Selengkapnya
cara memainkan alat musik trombon ada pada pernapasan, getaran bibir, dan kontrol slide...
Selengkapnya
Gendang sering digunakan sebagai alat musik pengiring dalam pertunjukan tari dan musik tradisional, ...
Selengkapnya